Abadi Kata

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis,
ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
— Pramoedya Ananta Toer

Sebuah kisah mungkin hanya akan tetap menjadi sebuah cerita dan kenangan yang takkan pernah bisa terulang. Sebuah benda mungkin hanya akan terpatri dalam pikiran ketika ia hilang dari genggaman. Dan kehadiran seseorang mungkin hanya akan mengguratkan kesedihan ketika ia akhirnya pun harus lepas dari dekapan. Namun kata-kata tidak. Setiap huruf yang kemudian membentuk kata, kata-kata yang teruntai menjadi sepotong kalimat, lalu kemudian terangkai menjadi sebuah tulisan yang bermakna, niscaya akan hidup selamanya.

Mungkin inilah yang beliau maksud: Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Abadi karena ia akan selalu ada. Abadi karena ia takkan pernah mati. Abadi karena setiap kata ditakdirkan untuk hidup selamanya, selama manusia masih ada dan tentunya dapat membaca.

Selamat menikmati!

Depok,

Pondok Jingga. 2:15 AM

Advertisements

About senjakemarin

Seorang penikmat senja, imaji dan kata-kata.
This entry was posted in Randomthoughts. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s